Wednesday, 24 August 2016

Perintis Berdirinya PBB

Jauh sebelum PBB berdiri, cita-cita perdamaian telah dikumandangkan oleh orang-orang yang mencintai perdamaian. cita-cita untuk mencapai perdamaian sama tuanya dengan usia peperangan dan kekacauan dunia, bahkan dapat dikatakan telah sama tuanya dengan umur manusia. begitulah; seusai Perang Dunia I berdirilah LBB (Liga Bangsa-Bangsa atau League of Nations) atas prakarsa Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson yang dikenal pula dengan usul 14 pasal (Wilson's Fourteen Points). 14 pasal perdamaian Wilson dikemukakan pada tahun 1918 dan setahun kemudian (1919) LBB berdiri.
dari keempat belas pasal perdamaian Wilson tersebut, yang paling penting ada empat poin, yaitu :

  1. diplomasi rahasia tidak diperbolehkan
  2. pengurangan/pembatasan persenjataan
  3. setiap bangsa berhak untuk menentukan nasibnya sendiri
  4. dibentuk Liga bangsa-Bangsa
seperti telah dikemukakan bahwa realisasi dari 14 pasal perdamaian ini adalah lahirnya LBB. LBB bertujuan menciptakan perdamaian dunia dan menghindarkan perang dengan cara-cara seperti yang diusulkan oleh Presiden Wilson. LBB bermarkas besar di Geneva (Swiss).
Sebagai lembaga internasional yang mengatur hubungan internasional guna mencapai perdamaian dan ketertiban dunia, LBB mempunyai General Assembly (sidang Umum) untuk membicarakan masalah perdamaian dunia, menetapkan anggaran LBB dan memilih hakim-hakim untuk Mahkamah Internasional, memilih/menerima anggota-anggota baru serta membuat atau mengubah perjanjian internasional. disamping itu LBB juga mempunyai Sekretariat tetap yang berkedudukan di Geneva. tugasnya adalah melayani keperluan LBB dan mencatat perjanjian-perjanjian internasional dibawah naungan LBB yang mempunyai status otonom adalah ILO (International Labour Organization) sebagai organisasi buruh internasional dan Mahkamah Internasional yang bertugas menyelesaikan perselisihan internasional.
LBB tidak selalu berhasil dalam menjalankan fungsinya karena negara-negara besar seperti Amerika Serikat justru tidak menjadi anggotanya. Bahkan Amerika Serikat menjadi World Power di samping LBB. Selain itu kegagalan LBB dalam menciptakan perdamaian dunia ditunjang oleh keluarnya Jepang, Italia dan Jerman dari LBB dan membentuk persekutuan Anti Comintern-Pact (tahun 1937). LBB tak berdaya menghadapi ancaman perang Dunia II karena kelemahan-kelemahan di tubuhnya sendiri

Atlantic Charter dan Berdirinya PBB
Perang Dunia II merupakan rangkaian tak terpisahkan dengan Perang Dunia I. Jerman yang menjadi pihak yang kalah dalam Perang Dunia I merasa diperlakukan secara semena-mena oleh Sekutu dan bangkit untuk mengadakan pembalasan. begitu pula dengan Italia dan Jepang. Italia sebagai pihak yang memenangka perang ternyata tidak mendapatkan haknya sebagai negara pemenang, Italia banyak dirugikan dalam perjanjian Versailles.
Jepang dalam perang Dunia I sebagai pihak yang menang perang tidak dapat mencapai cita-citanya untuk meluaskan wilayah kekuasaannya ke Manchuria, Korea dan daerah sekitarnya. jepang tentu saja kecewa. Jerman, Italia da Jepang kemudian membentuk persekutuan Anti Comintern-Pact (1937). ketiga negara anggota persekutuan tersebut kemudian dikenal sebagai As (poros) dan menjadi lawan pihak Sekutu dalam Perang Dunia II
Perang Dunia II itu timbul sebagai akibat serbuan Jepang terhadap Cina (1937) dan serbuan Jerman terhadap Austria (1938) dan serbuan jerman terhadap polandia (1939). ketika Perang Dunia II baru dimulai, Inggris dan Amerika Serikat merasa khawatir keududukannya akan terdesak. untuk itu PM Inggris Winston Churchill dan Presiden Franklin D Roosevelt dari Amerika mengadakan pertemuan di kapal Augusta di lautan Atlantik. Pertemuan kedua pimpinan tertinggi itu menghasilkan keputusan yang dikenal dengan Piagam Atlantik (Atlantic Charter). Atlantic Charter ditandatangani pada tanggal 14 Agustus 1941 oleh Winston Churchill dari inggris dan F.D. Roosevelt dari Amerika Serikat.
Atlantic Charter (Piagam Atlantik) berisi ketentuan antara lain: 
  • Tidak dibenarkan adanya perluasan wilayah
  • Tiap angsa mempunyai hak untuk menentukan nasib sendiri
  • Tiap bangsa berhak ikut serta dalam perdagangan dunia
  • mengusahakan terbentuknya perdamaian dunia
                                         Winston Churchil (kiri) dan Presiden Roosevelt (Kanan)

pokok-pokok Atlantic Charter ini secara keseluruhan menjadi dasar yang diperbincangkan dalam konferensi-konferensi internasional lainnya dalam rangka menyelesaikan perang besar (Perang Dunia II) dan pembentukan suatu lembaga perdamaian internasional (kemudian dikenal dengan sebutan PBB/UNO). menjelang akhir tahun 1944, tokoh-tokoh pemimpin negara yang tergabung dalam sekutu terutama yang mendapat sebutan "The Big Four" mengadakan pertemuan di Washington. para pemimpin itu adalah F.D Roosevelt dari Amerika Serikat, Stalin dari Rusia dan winston Churchill dari Inggris serta Ciang kai Sek dari Cina. Mereka bertemu untuk merumuskan pembentukan sebuah lembaga dunia yang bertugas untuk memelihara perdamaian dunia, menjalankan demokrasi dan menghilangkan rasa takut di dunia antar sesama manusia.
pada tanggal 26 juni 1945 di San Fransisco diadakan suatu konferensi internasional yang dihadiri oleh 50 negara. dengan di pelopori oleh negara-negara Amerika Serikat, Inggris, Rusia dan Cina. Para delegasi berhasil merumuskan suatu piagam perdamaian (Charter For Peace) yang pada pokoknya berisikan bahwa setiap bangsa mempunyai hak untuk menentuka nasibnya sendiri. mengingat pentingnya isi Charter For Peace bagi setiap bangsa, maka negara-negara peserta Konferensi San Fransisco mempertimbangkan piagam tersebut untuk dijadikan piagam perdamaian internasional. Pada tanggal 24 Oktober 1945 sebagian besar peserta Konferensi menendatangani piagam perdamaian tersebut. dengan demikian berdirinya PBB telah disetujui oleh peserta Konferensi. tanggal 24 Oktober secara resmi dijadikan "Hari jadi PBB". Markas besar PBB terdapat di Lake Succes, New York (Amerika Serikat).

No comments:

Post a Comment

Kontroversi Seputar Kepemimpinan Soeharto

Soeharto memang penuh kontroversi. Dari mulai penyerahan Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret di tahun 1966 sampai kemudian memang...