Monday, 25 September 2017

PERANG KOREA

                   Tentara Merah Korea Utara menerobos garis paralel 38 derajat LU,
                                membuat Amerika melakukan perang di semenanjung Korea

Perang Korea adalah konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan yang berlangsung mulai tanggal 25 juni 1950 samapai 27 Juli 1953. Perang ini juga disebut “perang yang dimandatkan” (Poxy war) antara Amerika Serikat dan Sekutu PBB-nya  dengan Komunis Republik Rakyat Cina dan Uni Soviet (juga anggota PBB). Peserta perang utama adalah Korea Utara dan Korea Selatan. Sekutu utama Korea Selatan termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Britania raya, meskipun anyak negara lain mengirimkan tentara di bawah bendera PBB.
Perang ini dapat dikatakan sebagai perang saudara, meskipun banyak pihak yang terlibat secara tidak langsung di dalamnya. Korea Utara yang berbasis komunis, berusaha untuk menyatukan semenanjung Korea kedalam satu pemerintahan tunggal yang telah terpisah semenjak tahun 1948. Korea Utara didukung oleh Uni Soviet, sementara Korea Selatan didukung oleh AS dan Sekutunya (Kanada, Australia dan Britania raya), meskipun banyak negara lain mengirimkan tentara dibawah bendera PBB.
Sekutu Korea Utara termasuk Republik Rakyat Cina, yang menyediakan kekuatan militir dan Uni Soviet yang menyediakan penasihat perang dan pilot pesawat serta persejataan untuk pasukan China dan Korea Utara. Di Amerika Serikat konflik ini diistilahkan sebagai aksi polisi (konflik Korea) dibawah bendera PBB dari pada sebuah perang, dikarenakan untuk menghilangkan keperluan kongres mengumumkan perang.
              Penerjunan besar-besaran tentara Amerika di Semenanjung Korea

Sebab-Sebab
Setelah berakhirnya perang Dunia II, pada tanggal 12 Agustus 1945, tentara Uni Soviet menyerbu Korea dari Utara dan memusnakan sisa-sisa kekuatan tentara Jepang. Sementara itu, pada bulan September 1945 AS mendaratkan pasukannya di Korea bagian selatan. Dengan demikian di Korea terdapat dua daerah pendudukan, yaitu Korea Utara oleh Uni Soviet dan Korea Selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dengan garis lintang 38 derajat sebagai garis pemisah.
Karena usaha mempersatukan Korea tidak tercapai, maka Korea Selatan membentuk negara Republik Korea dengan Ibu Kotanya Seoul dan Syangman Rhee sebagai Presiden. Dipihak lain, Korea Utara mendirikan Republik Demokrasi Rakyat Korea dengan ibukota Pyongyang dibawah pimpinan Perdana Menteri Kim II Sung.
Jadilah daerah utara yang lebih dekat ke RRC berpaham komunis dan Selatan mendapat dukungan AS. Kepentingan AS tentu penguasaan Semenanjung Korea dalam menghadapi Perang Dingin melawan USSR dan RRC, di kemudian hari. Masing-masing kepala “boneka” baik di utara (Kim II Sung) maupun selatan (Syangman Rhee) berusaha mempersatukan Semenanjung Korea menurut garis politik masing-masing.
Kim memutuskan untuk memulai penyerangan ke selatan dan pada pertengahan 1950 Stalin menyetujuinya. Pada Juni 1950, 135.000 prajurit Korut menyerbu melintas perbatasan (38th parallel). Mereka meligitimasi serangan dengan menyatakan bahwa tentara Korea Selatan telah lebih dulu melanggar perbatasan. Perang pun dimulai.
Seoul jatuh ke tangan Korea Utara pada akhir Juni 1950. Presiden Truman kemudian memerintahkan Mc Arthur yang mengepalai US Army di Jepang untuk membantu Korea, Truman terbang ke PBB meminta dukungan. Pada 27 Juni beberapa negara barat siap bertandang ke Korea, perang I antara AS vs Korea Utara dimulai 5 Juli.
Mc Arthur mengadakan Operasi Incheon untuk menusuk pasukan Korea Utara dari belakang (September 1950). Pyongyang jatuh ke tangan sekutu (Oktober 1950), RRC ikut memasuki medan pertempuran atas perintah PM Zhou Enlai dengan 270.000 tentara pada 25 Oktober. Tentara AS mundur pada akhir November 1950 dan Seoul kembali jatuh ke tangan Korea Utara pada Januari 1951.
                         operasi sapu bersih marinir pertama Divisi Infantri
                       menahan tentara PVA di front tengah, Hoengsong Korea 2 Maret 1951

      Gambar para tawanan Korea Utara yang berhasil ditangkap marinir Amerika.

Truman memecat Mc Arthur dari posisi komandan tentara AS (April 1951) karena beberapa faktor lain karena keinginannya untuk membom atom RRC dan diadakannya negosiasi damai di Kaesong, Korea Selatan (Juli 1951). Selain itu Presiden baru AS Eisenhower mencoba menghentikan konflik dan datang ke Korea pada November 1952. Selanjutnya dibangun DMZ (Demilitarized Zone) pada Juli 1953, hingga hari ini penyelesaian damai belom memperoleh kejelasan secara final.

                                              Tentara Merah Tiongkok

Perang ini berakhir pada 27 Juli 1953 saat Amerika Serikat, republik Rakyat Cina dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korea Selataan, Seungman Rhee, menolak menandatanganinya namun berjanji menghormati kesepakatan gencatan senjata tersebut. Namun demikian, ketegangan di semenanjung Korea masih terus membekas. Kerugian besar diderita kedua bbelah pihak ketika perang dihentikan pada 27 Juli 1953. AS kehilangan 36.914 tentaranya, sementara Korea Selatan 415.005. Korea Utara, menurut Departemen Pertahanan AS, kehilangan 2 juta serdadunya. Ini adalah jumlah yang sangat besar untuk perang tiga tahun


No comments:

Post a Comment

Kontroversi Seputar Kepemimpinan Soeharto

Soeharto memang penuh kontroversi. Dari mulai penyerahan Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret di tahun 1966 sampai kemudian memang...