Tuesday, 26 September 2017

REVOLUSI INDUSTRI

Revolusi Industri adalah perubahan cara membuat barang. Revolusi Industri dimulai di Inggris. Penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1782 dianggap sebagai inti dari Revolusi Industri. Revolusi ini mempengaruhi kemajuan umat manusia.


A.   Latar Belakang
Revolusi Amerika adalah revolusi yang bersifat politik, yakni terjadinya pergantian kekuasaan. Di samping revolusi politik, terdapat pula revolusi yang lain. Salah satu di antaranya ialah Revolusi Industri. Sejak tahun 1760 sampai 1840 perindustrian di Inggris mengalami perubahan besar. Perubahan besar yang terjadi itu disebut Revolusi Industri.
Sebelum terjadinya revolusi Industri, Inggris adalah sebuah negara agraria. Kebanyakan penduduknya yang tinggal di desa-desa hidup dari bertani dan mengolah bulu domba untuk dibuat menjadi kain. Umumnya semua anggota keluarga terlibat dalam industri kain itu. Anak-anak meluruskan bulu domba, sementara kaum wanita memintalnya menjadi benang dan kaum laki-laki menenunnya menjadi kain.
Revolusi Industri adalah perubahan cara membuat barang yang semula menggunakan tenaga manusi dan hewan diganti dengan tenaga mesin. Dengan menggunakan mesin akan dihasilkan barang dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat.
Revolusi Industri dimulai di Inggris. Sebelum itu, pembuatan barang-barang di Inggris dilakukan oleh penduduk di rumah masing-masing. Mereka hanya menjadi pekerja. Bahan mentah disediakan oleh pengusaha. Setelah menjadi barang siap pakai, pekerja menyerahkannya kepada pengusaha. Para pekerja mendapat upah. Cara membuat barang-barang seperti itu disebut Home Industry.
Home Industry berkembang menjadi manufaktur. Para pekerja tidak bekerja lagi di rumah masing-masing, tetapi di rumah pengusaha. Di rumah itu disediakan ruangan khusus untuk bekerja yang dilengkapi dengan alat-alat yang digerakkan dengan tangan. Jumlah pekerja tidak banyak, biasanya sekitar sepuluh sampai dua puluh orang sehingga mudah diawasi. Pemilik manufaktur biasanya mempekerjakan wanita  dan anak-anak sebab upah mereka lebih rendah dari pada upah lelaki dewasa. Barang-barang dibuat sebanyak yang dipesan oleh pembeli.
Perubahan cara bekerja mulai terjadi pada pertengahan abad ke-18, khususnya di bidang pengolahan tekstil. Perubahan ini erat kaitannya dengan Revolusi Agraria yang menyangkut penataan tanah. Pada abad ke-17, kebutuhan wol meningkat. Oleh karena itu, usaha pemeliharaan domba meningkat pula. Untuk memelihara domba diperlukan tanah yang luas. Lahan yang tadinya digunakan untuk pertanian ditanami rumput dan dijadikan tempat  untuk memelihara domba.
Lebih kurang sepertiga lahan pertanian di Inggris adalah milik kaum bangsawan dan tuan-tuan tanah. Dengan persetujuan Parlemen Inggris, tanah-tanah itu disatukan dan ditukar dengan tanah-tanah petani. Dengan demikian, terdapatlah lahan yang cukup luas untuk menggembalakan domba. Petani yang kehilangan lahan pertaniannya pindah ke kota dan bekerja sebagai buruh di berbagai pabrik.
Sejak awal abad ke-18, Inggris melindungi produksi tekstilnya. Bahan pakaian dari India, yang disebut kaliko, tidak dimasukkan lagi ke Inggris. Yang masih boleh dimasukkan hanyalah kapas. Dengan perlindungan itu, perusahaan tekstil Inggris semakin berkembang. Selain itu, bahan wol diekspor pula ke negara lain, diantaranya ke Italia.
Pada masa itu, pengolahan tekstil masih menggunakan tenaga manusia. Kemudian, ditemukan berbagai alat yang dapat mempercepat proses kerja dan memperbanyak hasil. Pada tahun 1733, John Kay membuat alat tenun yang dapat bekerja lebih cepat dan dapat mengatur lebar kain. Mesin itu dikenal dengan nama Flying Skuttle.
James Hargreaves pada tahun 1764 membuat alat pemintal yang dapat memintal benang dalam jumlah banyak. Kedua alat itu masih digerakkan oleh tenaga manusia. Enam tahun kemudia, Richard Akrwright membuat alat pemintal yang dapat bekerja secara otomatis. Mula-mula alat itu digerakkan tenaga kuda dan kemudian dengan tenaga air. Semakin lama peralatan untuk memproduksi tekstil semakin sempurna. Pada tahun 1785 Edward Cartwright berhasil membuat alat tenun yang digerakkan oleh mesin.

                  Akrwright lalu memasang kincir airnya di Crompton Mill, Derby
                dan menciptakan perusahaan besar yang pertama di dunia pada tahun 1771

Dengan terciptanya mesin-mesin untuk industri kain, timbul masalah mengenai cara mendapatkan sumber tenaga penggerak yang lebih baik. Seperti kita ketahui, tenaga air menggantikan tenaga manusia. Menjelang akhir abad kedelapan belas, suatu sumber tenaga baru yang mulai digunakan adalah tenaga uap.
Penemuan yang sangat penting ialah penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1782. Penemuan ini dianggap sebagai inti dari Revolusi Industri. Mesin ini menggunakan tenaga yang dibangkitkan oleh uap berkekuatan tinggi untuk menggerakkan pompa dan menjalankan mesin. Pembuatan mesin ini menjadi monopoli sebuah perusahaan di Birmingham yang bernama Boulton and watt. Dengan alat baru ini ketergantungan industri kepada sumber air dan angin menjadi berkurang dan yang lebih penting adalah mereka dapt membangun pabrik di mana saja.

                             James Watt dan barang penemuannya yaitu mesin uap

Dengan ditemukannya mesin uap, berkembang pula industri batu bara dan besi. Industri batu bara berkembang karena tenaga mesin uap memungkinkan dilakukannya penggalian yang lebih dalam. Di samping itu, mesin tersebut juga membantu untuk membuat ventilasi pada saluran tambang batu bara sehingga kenyamanan dan keamanan bagi pekerja tambang batu bara lebih baik.
Batu bara dapat juga digunakan untuk megolah bijih besi secara lebih baik. Sebelumnya pegolahan bijih besi dilakukan dengan meggunakan bahan bakar kayu sehingga hasilnya kurang baik. Denga meggunakan batu bara, didapat besi denga mutu yang lebih baik. Besi-besi yang baik diguakan sebagai pengganti mesin-mesin yang tadinya dibuat dari kayu karena lebih kuat dan hasilnya pun lebih baik.
Perkembangan di lapangan perindustrian ini juga membutuhkan sarana jalan yang lebih baik untuk pengangkutannya. Hal ini merupakan satu masalah di Inggris karena jalan yang baik tidak ada. Jalan-jalan yang ada masih berupa tanah sehingga berdebu pada musim panas dan menjadi lumpur pada musim hujan. Dengan kemajuan industri, muncul pula nama-nama orang yang mulai membuat jalan, yaitu Metcalfe, Telford dan Macadam.
Untuk pengangkutan dalam jarak jauh mulailah dibuka terusan. Sebuah terusan tertua adalah Terusan bridgewater yang dibuat oleh James brindley. Terusan ini menghubungkan Worsley dan Manchester, kemudian banyak lagi terusn yang diangun untu menghubungkan kota-kota di Inggris.
B.    Perkembangan Lanjutan Revolusi Industri
Penemuan mesin uap sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan industri. Sebelum mesin uap ditemukan, pabrik-pabrik dibangun dekat sungai karena tenaga air diperlukan untuk menggerakkan mesin. Setelah mesin uap ditemukan, mesin tidak lagi digerakkan dengan tenaga air sehingga pabrik-pabrik dapat dibangun di tempat lain. Dengan demikian, muncullah pusat-pusat industri di Inggris, seperti Lancashire, Liverpool, Manchester dan Birmingham.
Penemuan mesin uap berpengaruh pula terhadap transportasi. Pada tahun 1802 Symington membuat kapal api yang lima tahun kemudian dikembangkan oleh Robert Fulton. Kapal yang dibuat oleh Fulton ialah kapal api Clermont. Bahkan pada tahun 1819 kapal api Savannah sudah digunakan dalam pelayaran dari Inggris ke Amerika Serikat.
                                                               Robert Fulton

Hasil lain dari penemuan mesin uap ialah pembuatan lokomotif oleh Richard Trevithic pada tahun 1804. Pembuatan lokomotif disempurnakan oleh George Stephenson pada tahun 1830. Berkat penemuan lokomotif itu, beberapaa kota di Inggris sudah dapat dihubungkan dengan kereta api. Pada mulanya, kereta api digunakan untuk mengangkut batu bara dan besi. Dalam perkembangannya, kereta api digunakan juga untuk mengangkut manusia.
Penemuan-penemuan itu terus disempurnakan sehingga semakin lama peralatan yang dimiliki oleh manusia semakin canggih. Revolusi yang dimulai di bidang pertekstilan itu merambat ke bidang-bidang lain.
C.    Perubahan Sosial di Inggris
Salah satu perubahan besar di Inggris bersamaan dengan Revolusi Industri adalah berkembangnya jumlah penduduk. Penduduk umumnya tinggal di kawasan industri. Di Manchester bangunan tempat tinggal juga mulai berdesak-desakan sejak tahun 1840 sehingga tidak ada taman dan lapangan bagi penduduknya untuk menghirup udara segar.
Perubahan juga terjadi dalam cara hidup orang-orang Inggris. Mereka harus bekerja berdasarkan waktu yang ditetapkan oleh majikan. Mereka mulai pagi hari sampai larut malam. Sementara itu, situasi lingkungan kerja mereka sangat buruk. Mereka bekerja dalam satu kamar dengan berhimpit-himpitan, kurang ventilasi dan penerangan. Pendapatan mereka pun sangat kecil. Para majikan juga menggunakan tenaga buruh anak-anak dan wanita. Mereka bekerja antara 12 sampai 14 jam sehari. Umumnya masjikan menggaji para wanita dan anak-anak ini lebih murah dari pada buruh laki-laki.
Dalam tahun 1819, sebuah undang-undang dikeluarkan oleh pemerintah. Undang-undang itu berisi larangan mempekerjakan anak-anak yang berumur kurang dari 9 tahun. Undang-undang itu juga menetapkan waktu bekerja selama 12 jam bagi anak-anak yang berusia 9-16 tahun. Keadaan kerja yang paling buruk adalah di tambang-tambang batu bara.
Penetapan UU 1819 adalah langkah pertama pemerintah Inggris dalam usaha melindungi tenaga kerja wanita dan anak-anak. Menjelang tahun 1930 beberapa tokoh penting yang berpengaruh dalam parlemen berusaha keras untuk mengadakan perubahan. Salah seorang yang terkenal adalah Lord Shaftesbury. Pada tahun 1842 ada undang-undang yang melarang penggunaan tenaga wanita dan anak-anak di bawah umur 13 tahun untuk bekerja di pabrik-pabrik.
Pada tahun 1848 penduduk Inggris, khususnya penduduk di kota-kota yang padat, diserang wabah. Sekita 100.000 orang diperkirakan mati. Oleh karena itu, parlemen Inggris mengeluarkan Undang-Undang Kesehatan Kota. Salah satu perwujudan undang-undang itu adalah pendirian sebuah badan kesehatan umum. Sejak itu kehidupan penduduk di kota-kota industri berangsur-angsur baik.
D.   Akibat Revolusi Industri
Revolusi Industri telah berhasil meningkatkan kemajuan umat manusia. Akan tetapi, di samping kebaikannya, Revolusi Industri juga mempunyai segi-segi yang kurang baik. Perkembangan industri melahirkan kapitalisme modern dan akhirnya imperialisme modern. Dalam kapitalisme modern, pemilik modal merupakan produsen, pedagang dan sekaligus distributor.
Sebagai produsen, ia memerlukan bahan mentah, sebagai pedagang ia memerlukan pasar untuk menjual hasil produksinya. Untuk mencapai kedua tujuan itu, pemilik modal mempengaruhi pemerintah agar mencari daerah jajahan seluas mungkin. Daerah itu dijadikan tempat pengambilan bahan mentah, sekaligus sebagai pasar. Dengan demikian lahirlah imperialisme moder. Imperialisme modern lebih didasarkan pada kepentingan ekonomi.
Usaha mencari daerah jajahan menimbulkan persaingan dan ketegangan di antara Bangsa Eropa. Mereka berlomba-lomba menduduki daerah yang masih merdeka, terutama di Afrika. Persaingan itu kemudian menjadi salah satu sebab terjadinya perang Dunia I
Akibat lain dari Revolusi Industri ialah berdirinya kota-kota pusat industri. Kota-kota industri ini menarik minat pendatang dari luar kota sehingga terjadi urbanisasi. Umumnya mereka adalah petani yang kehilangan mata pencahariannya. Di kota-kota industri ini mereka menjual tenaga dengan upah yang rendah. Pemukiman dan kesehatan mereka tidak diperhatikan oleh pengusaha. Mereka mendirikan serikat buruh dan melancarkan aksi-aksi protes.

Selanjutnya, terjadilah bentrokan antara buruh dan majikan. Adanya kelompok-kelompok buruh dengan berbagai permasalahannya itu kelak menimbulkan paham yang disebut sosialisme yang kemudian berkembang menjadi komunisme. Revolusi Industri mempengaruhi pula perkembangan Indonesia sejak pertengahan abad ke-19. Di Indonesia terdapat berbagai jenis bahan mentah yang diperlukan untuk industri. Pemerintah Hindia Belanda mulai memanfaatkan bahan mentah itu dengan cara membuka berbagai pertambangan, seperti tambang minyak, tambang batu bara dan tambang besi. Selain pengusaha Belanda, pengusaha-pengusaha bangsa lain, seperti Inggris dan Amerika, juga mendapat izin membuka usaha pertambangan.

No comments:

Post a Comment

PEMBANTAIAN MASSAL DI PABRIK GULA REJOSARI

Pada pukul 03:00 dini hari tanggal 18 September 1948, tangsi Polisi Gorang Gareng diserang beribu-ribu laskar FDR/PKI. Mereka membawa senj...