Sunday, 24 September 2017

League of Arab States (Liga Arab)

A.      Latar Belakang Dibentuknya Liga Arab
Pada jaman dahulu wilayah Timur Tengah berada di tengah kekuasaan Kerajaan Turki Osmaniah dan sejak permulaan abad ke-19, kekuasaan Turki mulai memudar dan diganti oleh berkuasanya Inggris dan Perancis. Ketika terjadi perjuangan melepaskan kekuasaan dari Turki, daerah-daerah di Timur Tengah mendapat dukungan dari Inggris dan Perancis. Timur Tengah memang penting artinya bagi kedua bangsa Eropa tersebut karena Timur Tengah merupakan jembatan yang menghubungkan tiga benua, yaitu benua Asia, Afrika dan Eropa.
Ketika Perang Dunia I berlangsung, Inggris berusaha untuk menarik daerah-daerah ini ke pihak Sekutu. Inggris menjanjikan akan membantu terbentuknya kerajaan Islam di Timur Tengah di bawah pimpinan orang Arab sendiri. Akan tetapi sampai Perang Dunia I berakhir, janji Inggris tersebut tidak pernah diwujudkan, dan wilayah Timur Tengah terpecah-pecah menjadi daerah kekuasaan Inggris dan Perancis.
Setelah Perang Dunia I berakhir, orang-orang Yahudi yang sejak dulu mengembara, kembali ke daerah Timur Tengah dan menuntut tanah air mereka. Pertentangan antara orang-orang Arab dengan Yahudi berkembang menjadi bentrokan-bentrokan bersenjata yang mengancam perdamaian di kawasan Timur Tengah. Sejak terjadinya bentrokan bangsa Yahudi dengan bangsa-bangsa Arab Palestina, gerakan Zionisme yang dibentuk tahun 1895 makin mengaktifkan usahanya untuk mempersatukan seluruh bangsa Yahudi di seluruh dunia, menuntut Palestina sebagai tanah air bangsa Yahudi, mendirikan kembali negara Yahudi di Palestina dan mempercepat proses kembalinya orang-orang Yahudi ke Palestina.
Bangsa Yahudi semakin banyak yang memasuki kembali daerah Arab-palestina setelah Hitler menekan dan mengancam mereka. Gerakan Anti-Semitis yang dijalankan Hitler menyebabkan berduyun-duyunnya orang-orang Yahudi ke Palestina dan menuntutnya sebagai tanah air mereka yang mereka tinggalkan dulu ketika mereka diusir oleh bangsa Romawi (tahun 70M). Untuk menghadapi gerakan masuknya orang-orang yahudi ke Palestina, bangsa Arab membentuk Arab High Committee tahun 1936. Menghadapi tindakan bangsa Arab ini maka Inggris membentuk Peel Commission dalam tahun 1937 yang mengusulkan agar wilayah Palestina dibagi menjadi tiga bagian, yaitu (1) daerah sepanjang pantai Palestina dari batas utara sampai Jaffa untuk diberikan kepada bangsa Yahudi, (2) daerah Yerusalem-Bettlehem-Jaffa dan jalan kereta api Jaffa-yerussalem adalah daerah mandat Inggris, (3) daerah Palestina lain untuk negara Arab.
Tentu saja usul Peel Commission ini diterima oleh bangsa yahudi, tetapi ditolak oleh bangsa Arab yang tidak menghendaki kembalinya orang Yahudi ke palestina. Usul yang dikemukakan oleh Inggris melalui peel Commission ini sangat menguntungkan pihak yahudi (ini berarti Inggris mengakui adanya negara Yahudi) tetapi sangat merugikan bangsa Arab. Untuk itulah bangsa Arab dalam tahun 1937 mengadakan Kongres Pan Arab, dan berhasil mengambil kata sepakat sebagai berikut :
ü  Bangsa Arab menolak usul Peel Commission
ü  Bangsa Arab menuntut agar mandat Inggris atas palestina dihapuskan
ü  Bangsa Arab menuntut berdirinya negara Palestina Merdeka
ü  Bangsa Arab menentang imigrasi bangsa Yahudi ke Palestina
Kongres Pan Arab ini merupakan pelopor berdirinya League of Arab States (Liga Arab) yang didirikan di Bludan pada Bulan Maret 1945
B.      Pendiri , Tujuan dan landasan Kerjasama Dalam Liga Arab
Dalam pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa berdirinya Liga Arab bertujuan untuk membendung dan menentang pembentukan negara Yahudi.
a.       Pendiri Liga Arab
Liga Arab didirikan pada bulan Maret 1945 di Bludan, oleh Mesir, Syria, Saudi Arabia, Irak, Yordania, Yaman dan Lebanon. Negara-negara ini dapat dipandang sebagai anggota Liga Arab yang pertama, karena dikemudian hari keanggotannya diperluas lagi dengan masuknya  Lebya, Sudan, Maroko, Tunisia, Kuwait dan Aljazair. Dengan masuknya anggota baru ini maka kekuatan Liga Arab ditinjau dari segi anggotanya merupakan salah satu organisasi kerjasama regional yang cukup tangguh.

b.      Tujuan Dibentuknya Liga Arab
Liga Arab merupakan suatu organisasi kerjasama regional sehingga kepentingan regional lebih dipentingkan, walau kepentingan internasional juga tidak dilupakan. Oleh karenanya tujuan pertama dibentuknya Liga Arab adalah untuk menjamin kemerdekaan anggota-anggotanya.
Adapun dibentuknya Liga Arab bertujuan untuk :
Untuk mencapai tujuan tersebut Liga Arab menegaskan bahwa landasan kerjasama Liga Arab adalah agama dan menetapkan Yahudi sebagai lawan bersama bangsa Arab. Di samping itu, kerjasama dalam liga juga didasarkan pada kenyataan bahwa wilayah Arab merupakan suatu kawasan yang disebut Timur Tengah.
Sebenarnya Liga Arab telah memiliki tiga faktor pemersatu yaitu agama, musuh bersama dan kesatuan wilayah, tetapi Liga Arab tidak berdaya menghadapai bangsa Yahudi yang telah membentuk negara Israel. Adanya perbedaan bentuk pemerintahan (Saudi Arabia, Yordania dan Maroko adalah kerajaan, sedangan Irak, Mesir dan lain-lain sudah menjadi republik) dan adanya perbedaan kiblat (Blok Barat dan Blok Timur), menyebabkan Liga Arab selalu diguncang perpecahan.
Sebagai contoh, Mesir misalnya. Mesir pernah dikucilkan setelah menandatangani Persetujuan Camp David (1979) yang diprakarsai oleh Presiden AS Jimmy Carter. Perundingan tersebut menghasilkan Persetujuan Camp David yang ditandatangani oleh Presiden Anwar Sadat (Mesir), Menachen Begin (PM Israel) dan Jimmy Carter (AS).
Tindakan Mesir mengadakan perundingan dengan Israel (bangsa yahudi) ini dipandang oleh Liga Arab sebagai suatu pengkhianatan, karena Israel (Yahudi) merupakan musuh bersama Liga Arab


Anwar Sadat, Jimmy carter dan Menachen Begin

No comments:

Post a Comment

Kontroversi Seputar Kepemimpinan Soeharto

Soeharto memang penuh kontroversi. Dari mulai penyerahan Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret di tahun 1966 sampai kemudian memang...